Gaji Dipotong, Petugas Kebersihan RSU TCD Sigli Mogok Kerja

Gaji Dipotong, Petugas Kebersihan RSU TCD Sigli Mogok Kerja
Petugas kebersihan RSUD Sigli mogok kerja.

SIGLI, metropolis.id Manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Ditiro (TCD) Sigli memotong gaji tenaga kebersihan (cleaning service/CS) hingga 25 persen. Akibatnya, sebanyak 70 karyawan melakukan aksi mogok kerja, Senin (18/1/2021).

Sebelumnya, pekerja bagian kebersihan digaji Rp 800 ribu per bulan. kini mereka cuma dibayar Rp 600 ribu setiap bulannya.

"Kami tidak terima jika upah kerja kami disama ratakan. Sebab, bagi yang bekerja di ruangan besar biasanya dibayar Rp 850 ribu sampai Rp 1 juta. Namun kini di 2021, disetarakan menjadi Rp 600 ribu sebulannya. Ini sangat tidak adil," jelas salah seorang CS yang namanya tidak mau dipublikasin kepada metropolis.id, Senin (18/1/2021).

Menurut dia, biasanya mereka menerima upah setiap bulan Rp 850 ribu sampai Rp 1 juta. Jika dilakukan pemotongan tentu saja sangat tidak manusiawi.

"Bagaimana mau disamakan, kerjanya juga beda. Apa maunya pejabat di rumah sakit ini, kok kami dijadikan korban," cetusnya.

"Kami minta Dirut RSU TCD memberi penjelasan terkait pemotongan upah kami. Kalau tidak, kami tidak mau bekerja lagi," sambungnya.

Menanggapi hal itu, Direktur RSU TCD Sigli dr Muhammad Yasir kepada metropolis.id mengatakan bukan pihaknya yang memangkas upah tenaga kebersihan.

"Jadi, bukan kita yang memotong gaji mereka, tapi memang quota dari APBK Pidie 2021 yang tidak mencukupi," jelas dia.

Menurut Yasir, persoalan tersebut bukan kebijakan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Masalah ini juga sebelumnya sudah disosialisasikan kepada semua pekerja CS.

"Sebenarnya mereka sudah mengerti. Upah mereka juga ada yang naik, seperti pendorong oksigen dan pembawa pasien. Nanti, semuanya akan kita sosialisasikan kembali," pungkas Dirut.

Rubrik:PIDIE