Breaking News

Entah Setan Apa yang Merasukinya? Pria Aceh Utara ini Coba Perkosa Istri Tentara

Entah Setan Apa yang Merasukinya? Pria Aceh Utara ini Coba Perkosa Istri Tentara

LHOKSUKON, METROPOLIS.id | Entah setan apa yang merasukinya, pria berinisial HS (22), nekat melakukan percobaan pemerkosaan terhadap wanita berinisial M (33), seorang ibu rumah tangga yang merupakan istri seorang tentara.

Pria yang tercatat sebagai warga Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara ini ditangkap oleh personel TNI dan warga pada Rabu (26/11/2019), dan diserahkan ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Adhitya Pratama melalui Kaur Bin Opsnal Aiptu Dapot Situmorang mengatakan, peristiwa percobaan pemerkosaan itu terjadi Rabu siang sekira pukul 11.00 WIB.

Pelaku berusaha memperkosa korban di pinggir jalan Gampong Reudeup, Kecamatan Lhoksukon. Kata dia, percobaan pemerkosaan itu bermula ketika korban yang menggunakan sepeda motor sendirian hendak menjemput anaknya sekolah.

“Korban secara tiba tiba dihadang dan disetop pelaku. Tak banyak bicara pelaku menjatuhkan korban bersama sepeda motornya ke pinggir jalan, namun korban melakukan perlawanan, membuka helm-nya dan memukul wajah pelaku, sehingga korban bisa melepaskan diri” ujarnya.

Rupanya, kejadian percobaan pemerkosaan ini diketahui oleh warga karena mendengar jeritan korban.

“Melihat ada orang yang mendekat, pelaku kabur melarikan diri ke semak-semak kebun sawit.” ujar Aiptu Dapot.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh personel TNI Brigif 25/Siwah dibantu warga saat bersembunyi di semak-semak kebun sawit tak jauh dari lokasi kejadian.

“Selang 5 jam sejak percobaan pemerkosaan dilakukan pelaku ditangkap. Pukul 18.00 WIB, pelaku diserahterimakan pihak TNI ke Polres Aceh Utara,” katanya.

Dari pemeriksaan, Dapot menerangkan jika aksi pelaku dipicu hasratnya yang timbul akibat sering menonton video porno.

“Karena melihat korban melintas sendirian muncul niat jahat pelaku, saat ini masih kita lakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku, saksi dan korban.” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 48 Jo Pasal 46 Qanun Aceh No 6 tahun 2014 dan terancam hukuman 175 bulan penjara atau 175 hukuman cambuk.

Editor:
Rubrik:Hukum