Lebaran SBA

“Emas Krem” Terus Melambung di Masa Pagebluk

“Emas Krem” Terus Melambung di Masa Pagebluk

Kata siapa sampah tidak berguna? Buktinya, sampah khususnya kardus bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah yang sangat menggiurkan.

Tak ayal, kardus bekas semakin lama semakin menggila harga jualnya. Tidak hanya di Indonesia, di Negara Eropa, harga limbah yang biasa disebut “Emas Krem” ini juga mempunyai nilai jual yang sangat fantastis. 

Kegunaannya beragam, mulai dari didaur ulang kembali hingga dimanfaatkan sebagi bahan pembuat aneka jenis properti. Banyak juga yang memanfaatkan kardus dan menyulapnya menjadi mainan berbahan kardus. 

Nah, wajar jika kardus bekas memiliki harga jual yang menggiurkan. Di Indonesia, kardus bekas saat ini harganya di atas Rp 3.000 rupiah perkilogram. 

Baca: Mencecap Manisnya Laba Kurma saat Ramadhan

Namun, semenjak Indonesia mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus corona penyebab Covid-19 pada awal Maret 2020 lalu dan menetapkan wabah tersebut sebagai bencana nasional, kardus bekas semakin langka dan harganya juga semakin mahal.

Sebelumnya, dengan mudah kita akan menemui limbah berharga itu di setiap sudut toko. Puluhan kilo kardus bekas setiap harinya dapat ditemukan pada supermarket, minimarket, hingga toko - toko kelontong kecil. 

Akan tetapi, sejak pemerintah mengeluarkan aturan tentang Pagebluk Covid-19, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas atau bekerja di luar rumah. Selain itu, pemerintah juga menghentikan semua aktivitas belajar mengajar terhadap siswa, dengan alasan untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. 

Tentunya, hal itu berdampak terhadap seluruh sektor usaha, dari skala besar hingga kecil. Para pedagang kecil, asongan, dan eceran yang biasanya berbelanja dengan jumlah banyak, kini mengurangi jumlahnya. Sehingga, toko atau grosir menjadi sedikit lamban menghasilkan limbah kardus. 

Biasanya dalam sehari, rata-rata pemilik toko dan grosir di Kota Langsa mengungkapkan, kardus bekas yang dihasilkan bisa mencapai 15 hingga 25 kilogram. Namun, semenjak pandemi dalam sehari paling banyak berkisar 7 kilogram. 

Kardus bekas yang paling banyak biasanya dari kemasan kardus jajanan ringan. Sebab, konsumen yang membeli kebanyakan pedagang kios-kios kecil, dan pedagang kantin di sekolah. 

Akibatnya, kardus bekas menjadi langka selama pandemi ini, sementara permintaan kardus bekas di pasaran sangat tinggi. Yang berdampak harga beli kardus pun menjadi lebih tinggi. 

Halaman12
Rubrik: