Data Penerima BLT UMKM Terblokir, Ini Penjelasan Pihak BRI Syariah Cabang Kutacane

Data Penerima BLT UMKM Terblokir, Ini Penjelasan Pihak BRI Syariah Cabang Kutacane
Petugas Bansos BRI Cabang Kutacane, Tarmizi.

KUTACANE, Metropolis.id Pihak PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah Cabang Kutacane, Aceh Tenggara, membenarkan adanya pemblokiran sejumlah rekening milik nasabah penerima bantuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Namun saat ini, pihak BRI Syariah Cabang Kutacane memastikan jika rekening milik nasabah penerima bantuan sosial itu sudah dibuka kembali.

Baca: Penerima BLT UMKM di Agara Keluhkan Pemblokiran Data

"Jika ada nasabah tempo hari rekening yang terblokir, sekarang bisa dicek lagi, sudah dibuka kembali," kata petugas Bansos BRI Cabang Kutacane, Tarmizi kepada metropolis.id, Rabu (14/10/2020).

Menurut Tarmizi, pemblokiran itu adalah peran dari BRI Pusat. Sementara BRI Cabang hanya menjalankan tugas dari pusat.

“Bahkan BRI Cabang tak mengetahui hal pemblokiran tersebut,” katanya.

Terkait jumlah rekening yang diblokir, Tarmizi mengaku tidak mengetahuinya. Namun dia mengaku jika ada beberapa rekening nasabah yang sudah diaktifkan kembali.

Menurut Tarmizi, pemblokiran biasanya terbagi pada dua tipe yakni, tipe IMB dan pemblokiran tipe HG.

“Pemblokitan tipe IMB hanya bisa dibuka oleh BRI Pusat, tetapi pemblokiran tipe HG bisa dibuka kembali oleh BRI setempat. Maka nasabah wajib mengetahui tipe pemblokirannya,” katanya.

Lebih lanjut Tarmizi mengatakan, jumlah nasabah yang sudah memiliki nomor rekening penerima BLT UMKM di BRI Cabang Kutacane sebanyak 3.316 nasabah.

“Kita belum tahu berapa yang sudah terealisasi,” kata Tarmizi.

Sebelumnya, seorang nasabah penerima bantuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Aceh Tenggara, mengeluhkan pemblokiran data rekening miliknya.

Akibatnya, warga bernama Lilis Suriani, asal Desa Lawe Sumur, Kecamatan Lawe Sumur tersebut, gagal mencairkan dana bantuan program Kementerian Koperasi UKM sebesar Rp2,4 juta, di BRI Lawe Sigala-Gala, Aceh Tenggara.

“Sudah terdaftar sebagai penerima BLT UMKM sejak bulan Agustus kemarin, namun sepekan kemarin saya dinyatakan sudah terblokir,” kata Lisis kepada metropolis.id, Senin (12/10/2020).

Sebelumnya, kata dia, pihak BRI meminta dirinya untuk melengkapi administrasi dari Dinas Koperasi Aceh Tenggara berupa Surat Keterangan penerima BLT UMKM yang sudah di-SK-kan oleh dinas tersebut.

“Tetapi, Dinas Koperasi mengatakan tak ada Surat Keterangan yang dibutuhkan oleh BRI, itu makanya kita kembali mendatangi BRI,” katanya.

Rubrik:Aceh Tenggara