Dari Balik Jeruji Rutan Kajhu, Pria ini Peras Pelajar di Banda Aceh

Dari Balik Jeruji Rutan Kajhu, Pria ini Peras Pelajar di Banda Aceh
Tersangka saat dihadirkan dalam konfrensi pers di Mapolresta Banda Aceh.(Foto: tribratanewsrestabandaaceh.com)

BANDA ACEH, METROPOLIS.id | Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh menangkap tersangka pemerasan yang disertai ancaman.

Ironisnya, aksi pelaku berinisial RJ (23) alias Koko dilakukan saat dirinya masih mendekam di balik jeruji Rutan Kelas II B Kajhu, Aceh Besar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Reskrim AKP M. Taufiq, SIK mengatakan, RJ ditangkap pada tanggal 7 Februari lalu di Rutan Kajhu, atas dugaan pemerasan disertai ancaman terhadap pelajar berinisial MP (14).

"Korban merupakan warga Banda Aceh, masih sekolah SMP. Korban diperas oleh pelaku dengan memintai sejumlah uang," ujar Taufiq, Jumat (14/2/2020).

Pelaku yang merupakan warga Banda Aceh itu melakukan modus pemerasan dengan handphone yang dimasukan ke dalam rutan. Menurut pengakuan, pelaku dan korban saling kenal di media sosial.

"Jadi pelaku mengancam korban, karena korban anak di bawah umur dan mengalami tekanan sehingga korban mengirimkan uang ke pelaku setelah diancam. Korban mengirim uang dengan cara mentransfer lewat ATM," jelas Taufiq.

Dari hasil kejahatannya, pelaku meraup keuntungan jutaan rupiah. Alasan mengapa korban melakukan tindak pidana kejahatan ini karena faktor ekonomi.

"Diduga korban lebih dari satu, namun yang melapor baru satu orang. Rata-rata targetnya adalah anak-anak di bawah umur yang menggunakan akun Instagram. Laporan dibuat oleh orang tua korban. Dari hasil penyelidikan kita, uang dari hasil kejahatan ini berjumlah Rp 1,840.000 dari via transfer dan Rp 2.150.000 via kurir," rincinya.

Namun tambah Taufiq, barang bukti yang telah diamankan uang tunai Rp 400.000, handphone pelaku, akun Instagram, bukti transfer dan percakapan pesan di Instagram.

Taufiq menyebutkan, pelaku merupakan napi yang sedang menjalani masa hukuman selama 2,5 tahun atas kasus pencurian di wilayah hukum Ulee Kareng Banda Aceh.

Saat ini, penyidik Polresta Banda Aceh tengah menyelidiki keterlibatan orang lain termasuk sejumlah kurir yang membantu tersangka untuk mengantar uang tersebut ke dalam rutan.

"Ini masih kita dalami, termasuk bagaimana cara dia memasukan handphone ke dalam rutan, menurut pengakuan handphone tersebut milik rekannya. Ini kita telusuri," tegas Taufiq.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 45 ayat 4 UU RI Nomor 19 tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 368 KUHPidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda sebesar Rp 1 miliar.

Rubrik:Hukum