Breaking News

ADVETORIAL

Dana Desa Harusn Mampu Sejahterakan Warga

Dana Desa Harusn Mampu Sejahterakan Warga

"Prioritas penggunaan Dana Desa tidak hanya terpaku pada program yang bersifat pembangunan fisik semata, tentunya semua akan berujung pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri."

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar, Carbaini SAg, kembali mengingatkan para geuchik (kepala desa) dan aparatur desa bahwa setiap kegiatan desa yang diselenggarakan hendaknya dapat memberikan nilai lebih mendalam dan bukan sekedar agenda tahunan yang rutin dilaksanakan.

MenurutCarbaini, faktor penting sebagai stimulus yang mampu mengubah dan memperlancar roda pembangunan ekonomi di desa adalah keberadaan dan pemanfaatan dana desa.

“Aparatur pemerintah desa harus merubah mindset sehingga tidak hanya memikirkan pembangunan fisik infrastruktur saja, namun lebih fokus pada program unggulan yang dapat mensejahterakan masyarakat,” kata Carbaini, beberapa waktu lalu.

Pemanfaatan dana desa, kata Carbaini, juga harus dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan perekonomian masyarakat.

“Dana desa juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan warga dalam berbagai bidang, sehingga mamupu meningkatkan kemampuan warga desa sesuai dengan kemauan dan ketrampilan yang diinginkan,” katanya.

Setiap tahun, tambah dia, pemanfaatan dan prioritas pemanfaatan dana desa bisa berubah, sesuai dengan perencanaan yang disusun bersama masing-masing desa.

Disebutkan, beberapa prioritas penggunaan Dana Desa menurut Permen No 16 Tahun 2018 yang tercantum dalam pasal 4; Ayat 1, Penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Pada Ayat 2, prioritasnya dapat digunakan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan prioritas yang bersifat lintas bidang, dan Ayat 3, prioritas penggunaan dana diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat desa berupa peningkatan kualitas hidup, peningkatan kesejahteraan dan penanggulangan kemiskinan serta peningkatan pelayanan publik di tingkat desa.

"Dari ketiga ayat tersebut diketahui bahwa prioritas penggunaan Dana Desa tidak hanya terpaku pada program yang bersifat pembangunan fisik semata, tentunya semua akan berujung pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri," jelasnya.

Pihaknya, tambah Carbaini, selalu mendorong pemerintahan desa untuk selalu maksimal memanfaatkan dana desa. Ini bertujuan untuk kemajuan masyarakat dan desanya.

"Kami di DPMG menjalankan berbagai program yang kesemuanya bermuara kepada upaya peningkatan kesehjateraan masyarakat desa, salah satunya meningkatkan kemampuan pemerintahan desa dalam pengelolaan dana desa," katanya.

Kepemimpinan Mawardi Ali dan Tgk Husaini A Wahab, kata Carbaini, ingin mewujudkan perekonomian masyarakat yang mandiri.

Ke depan, kata Carbaini, Pemerintah Aceh Besar menetapkan pola baru dalam pemanfaatan dana desa dengan memfokuskan kepada padat karya atau yang benar-benar bermanfaat bagi rakyat di desa. Salah satunya dengan melalui pembentukan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang hingga saat ini belum merata.

“Membangun desa harus mencakup upaya-upaya untuk mengembangkan keberdayaan dan pembangunan masyarakat desa di bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Penciptaan kegiatan-kegiatan yang membuka akses produksi, distribusi, dan pasar bagi rakyat desa dalam pengelolaan kolektif dan individu mesti berkembang dan berlanjut,” katanya.

Selain membentuk desa mandiri, kata dia, ada sejumlah program lainnya yang sedang digagas bersama jajarannya.

Ia pun berharap ‘mimpi’ ini bisa cepat terealisasi dalam waktu yang singkat dan tidak terlalu lama, untuk kemakmuran masyarakat di 604 desa yang tersebar di Kanupaten Aceh Besar.

“Kita mengaharapkan dukungan semua pihak untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar ke depan di bawah kepemimpinan Bupati Ir H Mawardi Ali dan Wakil Bupati Tgk Husaini A Wahab,” tutupnya.[***]

Rubrik: