Catut Nama Kasat Resnarkoba Aceh Besar, Penipu Raup Rp 50 Juta dari Istri Tersangka Narkoba

Catut Nama Kasat Resnarkoba Aceh Besar, Penipu Raup Rp 50 Juta dari Istri Tersangka Narkoba
Ilustrasi Net

JANTHO, METROPOLIS.id | Aksi penipuan mengatasnamakan institusi kepolisian kembali terjadi di Aceh Besar. Keluarga tersangka kepemilikan ganja sebanyak 74 kilogram yang ditangkap personel Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar, beberapa hari lalu menjadi korban.

Istri tersangka yang berinisial MR ditipu oleh orang tak dikenal (OTK) yang mengaku-ngaku sebagai Kasat Resnarkoba Polres Aceh Besar. Korban pun akhirnya harus kehilangan uang senilai Rp 50 juta karena menuruti permintaan si penipu tersebut.

Baca: Polisi Gerebek Ladang Ganja di Aceh Besar, Satu Orang Pemilik Ditangkap

Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yudha melalui Kasat Resnarkoba, AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, penipuan terhadap istri tersangka MR ini terjadi beberapa hari setelah MR ditangkap, tepatnya pada Kamis (6/2/2020) malam.

Awalnya, kata dia, pelaku penipuan menghubungi Geuchik Gampong Saree Aceh, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar dan mengaku sebagai Kasat Resnarkoba Polres Aceh Besar.

"Pelaku meminta geuchik untuk memberikan nomornya kepada istri tersangka MR. Geuchik yang tak mengetahui apa-apa akhirnya memberikan nomor pelaku ke istri tersangka MR, antara pelaku penipuan dan istri tersangka MR pun terjadi komunikasi," ujarnya Sabtu malam (8/2/2020).

Merasa yakin bahwa yang dihubungi adalah Kasat Resnarkoba Polres Aceh Besar, istri tersangka MR akhirnya menjalin kesepakatan dengan Kasat Resnarkoba palsu tersebut dan meminta bantuan agar suaminya dapat dibebaskan.

Hal ini pun sesuai dengan janji si pelaku penipuan yang mengatakan dapat melepaskan tersangka MR dari jeratan hukum yang dialami atas kepemilikan ganja 74 kilogram itu, jika pihak keluarga dapat membayar uang senilai Rp 50 juta. 

"Pelaku meminta korban (istri tersangka MR) untuk mengirimkan uang sebesar Rp 50 juta dan ini disanggupi korban yang berharap suaminya akan lepas. Korban pun diminta untuk membawa fotokopi KTP dan KK ke Polres Aceh Besar nantinya setelah mengirim uang," ungkap Raja.

Setelah diperdaya oleh si pelaku penipuan, istri tersangka MR akhirnya mengirimkan uang senilai Rp 50 juta ke rekening yang telah diberikan pelaku. Uang dikirimkan dalam dua tahap, dimana tahap pertama yang dikirim sebesar Rp 10 juta dan kedua senilai Rp 40 juta.

"Uang senilai Rp 10 juta dikirimkan malam itu juga dan Rp 40 juta dikirimkan besok paginya, uang yang dikirim korban adalah uang yang dipinjam dari orang lain dengan harapan suaminya dapat bebas," kata Kasat.

Jumat pagi, istri tersangka MR datang ke Polres Aceh Besar dan memberitahukan bahwa uang yang diminta Kasat Resnarkoba telah ditransfer. Sontak, salah satu personel Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar selaku Kanit Idik II yakni Bripka Rahmadi kaget dengan apa yang diberitahukan korban dan mengatakan bahwa itu adalah penipuan.

"Anggota terkejut dan mengatakan itu penipuan, padahal sudah diperingatkan beberapa kali sebelumnya untuk tidak tertipu karena hal ini juga pernah terjadi dulu di Aceh Besar, Pidie dan lainnya. Ini yang kedua terjadi di Aceh Besar, sebelumnya terjadi terhadap keluarga di Pulo Aceh," jelasnya.

Atas penipuan yang dialami, istri tersangka MR akhirnya melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Aceh Besar. Kini, kasus penipuan tersebut masih ditangani Polres Aceh Besar yang dalam hal ini adalah pihak Sat Reskrim.

Mantan Kasat Resnarkoba Polres Pidie ini juga menambahkan, setelah pihaknya melakukan pengecekan, diketahui si pelaku penipuan alias Kasat Resnarkoba palsu itu berada di Jakarta Utara.

"Rekening bank milik pelaku penipuan diketahui atas nama Ismiati dengan nomor rekening 510-10-00135-20886, saat ini masih ditangani lebih lanjut," kata Kasat lagi.

Pihaknya juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di Aceh Besar, agar lebih berhati-hati terhadap penipuan serupa dan tidak mudah percaya jika ada orang yang mengaku sebagai pejabat, polisi dan yang lainnya.

"Kroscek dulu kebenarannya agar tidak menjadi korban penipuan selanjutnya yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam hal apapun," tambah AKP Raja Aminuddin Harahap.

"Kepada Keuchik di Aceh Besar juga diimbau tegas agar jangan sesekali memberikan nomor tak dikenal ke keluarga tersangka yang ditangkap polisi, minimal Keuchik kroscek ke Kapolsek di kecamatan masing-masing," tutup Raja.

Rubrik:Hukum