Carbaini dan Gebrakan Mencetak 604 Desa Mandiri di Aceh Besar

Carbaini dan Gebrakan Mencetak 604 Desa Mandiri di Aceh Besar
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar, Carbaini SAg (kiri) bersama Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali.

Membangun seluruh gampong di Aceh Besar menuju Desa Mandiri menjadi target utama Carbaini SAg setelah menjabat Kepala DPMG. Pemanfaatan dana desa juga difokuskan kepada padat karya atau yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat gampong.

Minggu ketiga bulan Juli 2020, Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali mempercayakan Carbaini SAg sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG).

Pria kelahiran Banda Aceh, 10 Oktober 1975, itu dilantik sesuai dengan Keputusan Bupati Aceh Besar Nomor Peg.821.24/38/2020 tanggal 16 Juni 2020.Bersamanya ikut dilantik 88 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Administrator (Eselon III), dan Pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Carbaini meneruskan jabatan Bahrul Jamil SSos MSi yang kini dipercayakan menjabat sebagai Kadis Sosial Aceh Besar.

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali tentu tidak serta merta mempercayai Carbaini menahkodai DPMG. Bupati punya punya penilaian tersendiri dan harapan tertentu. Utamanya, Mawardi Ali menaruh harapan besar bahwa Carbaini mampu mewujutkan visi dan misinya demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar.

Dalam arahannya saat pelantikan lalu,Mawardi Ali berharap agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan amanah secara baik dan sungguh-sungguh untuk kemajuan daerah dan kepentingan masyarakat.

“Insya Allah, dengan kerja keras dan komitmen yang kuat untuk kemajuan daerah, para pejabat yang dilantik ini kita doakan bakal selalu sukses dalam mengemban tugas dan amanah yang dipercayakan ini,” kata Mawardi.

Mawardi Ali juga berharap, para pejabat tersebut dapat segera menyesuaikan diri di tempat tugas yang baru dan selalu disiplin serta menjalin kerjasama yang harmonis dengan pimpinan maupun seluruh staf demi kelancaran tugas-tugas keseharian, terutama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Ia juga meminta semua pejabat yang dilantik untuk mengerahkan seluruh energi yang ada untuk kepentingan rakyat dan daerah, serta mampu memberikan kontribusi terbaik untuk kesejahteraan dan kemajuan Aceh Besar.

JENJANG KARIR CARBAINI

Carbaini bukan orang baru di jajaran Pemkab Aceh Besar. Sejak diangkat sebagai PNS pada tahun 2001 silam, telah banyak posisi stategis dijabatnya.

Jenjang kariernya di Kabupaten Aceh besar mulai bersinar sejak tahun 2002 silam. Kala itu ia menjabat sebagai Kasubbag Kesra Bagian Sosial di Setdakab Aceh Besar.

Lalu, pada tahun 2008 dia dilantik sebagai Kabid SDI di Dinas Syariat Islam Aceh Besar. Dan pada tahun 2013 Carbaini kembali dilantik sebagai Kabid SDATTG di BPBG (kini DPMG—red).

Beberapa tahun di BPMG, ia kembali dipindahkan ke jabatan Kabid SDI di Dinas Syariat Islam Aceh Besar pada tahun 2017. Kemudian ditunjuk sebagai Plt Kadis Syariat Islam pada tahun yang sama hingga akhirnya dilantik sebgai Kadis Syariat Islam. Dan pada pertengahn Juli 2020 kemarin, ia kembali dilantik sebagai Kepala DPMG Aceh Besar. 

MEWUJUDKAN DESA MANDIRI

Mendapat kepercayaan dari orang nomor satu di Kabupaten Aceh Besar itu, Carbaini mengaku akan bekerja semaksimal mungkin dan senantiasa melakukan yang terbaik bagi kabupaten yang beribukota Jantho itu.

Sejumlah program kerja prioritas pun kini dipersiapkannya untuk mewujudkan visi misi Pemkab Aceh Besar di bawah kepemimpinan Ir H Mawardi Ali dan Tgk Husaini A Wahab. Salah satunya adalah mewujudkan desa-desa mandiri melalui penggunaan dana desa.

“Mewujudkan desa mandiri merupakan sebuah visi dan misi Pemkab Aceh Besar. Pak bupati menginginkan dana desa itu tak hanya melulu soal pembangunan, tapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat,” kata Carbaini, beberapa waktu lalu.

Ke depan, kata Carbaini, Pemerintah Aceh Besar menetapkan pola baru dalam pemanfaatan dana desa dengan memfokuskan kepada padat karya atau yang benar-benar bermanfaat bagi rakyat di desa. Salah satunya dengan melalui pembentukan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang hingga saat ini belum merata.

“Membangun desa harus mencakup upaya-upaya untuk mengembangkan keberdayaan dan pembangunan masyarakat desa di bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Penciptaan kegiatan-kegiatan yang membuka akses produksi, distribusi, dan pasar bagi rakyat desa dalam pengelolaan kolektif dan individu mesti berkembang dan berlanjut,” katanya.

Selain membentuk desa mandiri, kata dia, ada sejumlah program lainnya yang sedang digagas bersama jajarannya.

Ia pun berharap ‘mimpi’ ini bisa cepat terealisasi dalam waktu yang singkat dan tidak terlalu lama, untuk kemakmuran masyarakat di 604 desa yang tersebar di Kanupaten Aceh Besar.

“Kita mengaharapkan dukungan semua pihak untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar ke depan di bawah kepemimpinan Bupati Ir H Mawardi Ali dan Wakil Bupati Tgk Husaini A Wahab,” tutupnya.[***]

Rubrik:Aceh Besar