Bupati Rocky Ajak Eks GAM Kembangkan Kopi Robusta

Bupati Rocky Ajak Eks GAM Kembangkan Kopi Robusta
Bupati Aceh Timur dan rombongan saat meninjau kawasan Kota Terpadu Mandiri di Dusun Sumedang Jaya, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Senin kemarin (17/2/2020).

IDI, METROPOLIS.id | Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib SH, mengharapkan masyarakat dan eks kombatan GAM yang mendiami perumahan Kota Terpadu Mandiri (KTM), dan yang telah bercocok di kawasan eks HTI agar benar-benar memamfaatkan kawasan berbasis pertanian itu secara produktif.

Hal itu disampaikan bupati yang akrab disapa Rocky itu mengingat hak pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) telah dicabut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI April 2019 lalu, dan statusnya saat ini telah menjadi areal penggunaan lain (APL) di bawah kewenangan pemerintah daerah.

“Kita mengharapkan agar para petani yang bercocok tanam di kawasan eks HTI agar benar-benar mengembangkan kawasan berbasis pertanian iini semaksimal mungkin," pinta Rocky di hadapan masyarakat dan eks kombatan GAM saat meninjau kawasan Kota Terpadu Mandiri di Dusun Sumedang Jaya, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Senin kemarin (17/2/2020).

Rocky menyebutkan, luas tanah eks HTI ini mencapai 7.300 hektar, dan memiliki potensi yang sangat luar biasa. Para petani sudah mengembangkan tanaman karet, sawit, kakao, padi, pisang, dan aneka tanaman lain-lain.

Dalam kesempatan itu, Rocky juga mengajak petani dan eks kombatan GAM untuk mengembangkan kopi robusta di kawasan tersebut.

“Kondisi alam di kawasan itu sangat cocok ditanami kopi robusta dan saat ini sudah dikembangkan petani di daerah Serbajadi Lokop. Karena itu kita mengajak petani mengembangkan tanaman kopi robusta di areal eks HTI ini. Hal ini juga agar terhindar dari gangguan hama gajah,” kata Rocky.

Bupati berharap, kawasan eks HTI ini benar-benar bisa dikembangakan masyarakat dan eks kombatan GAM dengan basis pertanian, sehingga mampu mendongkrak perekonomian dan kesejahetraan masyarakat.

Kunjungan tersebut turut didampingi Kadisdik Aceh Timur, Saiful Basri SPd MPd; Kadisnakerstrans Aceh Timur, Drs Zulbahri MAP; Kasatpol PP dan WH, T Amran SE; Kasubbag Perencanaan Disdik, Iskandarsyah; Geuchik Jasman, Kadus Syafrizal Komeng, dan perangkat desa setempat.

Sementara itu, Kabid Usaha Tani, Perizinan dan Produski Dinas Perkebunan, Marzaini SH mengatakan, pada November 2018 lalu, Bupati Aceh Timur, telah menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk dilakukan peninjuan ulang status HTI, PT Gunung Meudang Raya Utama Timber (Gamrut).

Kemudian, April 2019 Menteri LHK dan Kehutanan RI, melalui Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi telah menerbitkan surat pembatalan izin Hak Pengelolaan HTI PT Gamrut, sehingga status HTI saat ini menjadi APL yang kewenangan pengelolaannya saat ini berada di bawah pemerintah daerah.

Rubrik:Aceh Timur