Bupati Aceh Barat Janjikan Umroh untuk Perangkat Gampong Berprestasi Kelola Dana Desa

Bupati Aceh Barat Janjikan Umroh untuk Perangkat Gampong Berprestasi Kelola Dana Desa
Bupati Aceh Barat H. Ramli MS membuka secara resmi acara Musrenbang Kecamatan Samatiga di Aula Kantor Camat setempat, Selasa (18-02/2020).(Foto:IST)

MEULABOH, METROPOLIS.id | Bupati Aceh Barat H. Ramli MS membuka secara resmi acara Musrenbang Kecamatan Samatiga di Aula Kantor Camat setempat, Selasa (18-02/2020).

Dalam sambutannya, Ramli MS meminta seluruh guecik dalam lingkup Kecamatan Samatiga agar menentukan program perioritas pembangunan dalam rangka meningkatkan hajat hidup masyatakat di wilayah kecamatan Samatiga.

Hal ini diungkapkan agar ada keselarasan program dari geuchik ke mukim dan ke kecamatan, sehingga program usulan tidak berubah atau bahkan hilang dari agenda pembangunan.

Selain itu, Ramli juga menekankan pemerintahan desa agar lebih aktif dan serius mengelola dana agar pembangunan yang direncanakan berkelanjutan dan terarah.

“Pemerintah desa harus lebih profesional mengelola BUMG dengan program-program unggulan, seperti pengembangan ekonomi dan wisata sehingga ada pendatan asli gampong,” kata Ramli MS.

Bagi gampong yang mampu membangkitkan perekonomian melalui BUMG, kata Ramli, akan diapresiasi. Bahkan, orang nomor satu di Aceh Barat itu akan memberangkatkan aparatur gampong yang berhasil mengelola BUMG secara proporsional dan mandiri ke tanah suci.

Untuk itu Bupati meminta kepada para aparatur Gampong agar membuat himbauan larangan rentenir masuk masuk Gampong.

Dalam Musrenbang ini, Bupati juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bergerak memajukan ekonomi, dengan tidak mempolitisir arah perekonomian dengan bagaimana menggerakkan ekonomi rakyat serta membangkitkan gairah ekonomi.

Di Kecamatan Samatiga ini, kata dia, telah dikucurkan dana untuk pengembangan ekonomi melalui pembagian bibit pinang yang mencapai milyaran rupiah. Selain itu juga telah dilakukan upaya pemberian modal usaha agar masyarakat bangkit dari keterpurukan.

Oleh karena itu, Bupati meminta kepada aparatur gampong agar memberi dukungan pada setiap kegiatan yang urgen. “Di samping itu, para aparatur gampong agar selalu menyediakan data yang akurat agar pemimpin daerah tidak salah mengambil kebijakan,” katanya.

Mengenai rumah dhuafa, Bupati meminta kepada Dinas Perumahan dan Permukiman agar mempermudah syarat dalam proses pendaftaran penerima manfaat, cukup dengan KTP dan KK saja imbuh Bupati. Dalam hal ini, agar tidak muncul agen-agen proposal yang memberatkan calon penerima manfaat dari pembangunan rumah dhuafa tersebut.

“Para aparatur gampong agar selalu bersikap adil dan selalu mengedepankan musyawarah dalam penentuan siapa yang berhak atas rumah dhuafa,”” imbuhnya.

Menindaklanjuti hasil laporan masyarakat dan hasil pengamatan langsung Bupati ke Gampong Cot Selamat, agar rumah rumah yang sudah dibangun harus ditempati. “Bila tidak maka pemerintah akan mencabut kembali kepemilikannya,” kata Ramli MS.

Rubrik:Aceh Barat