BPJS Ketenagakerjaan Pidie hanya Layani 5 Orang Sehari, Warga Kecewa

BPJS Ketenagakerjaan Pidie hanya Layani 5 Orang Sehari, Warga Kecewa
Peserta BPJS Ketenagakerjaan Pidie yang ingin klaim hanya dilayani seorang satpam.

SIGLI, metropolis.id Sejumlah warga di Kabupaten Pidie kecewa terhadap pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan setempat. Pasalnya, petugas BPJS tersebut hanya melayani 5 orang per hari, sehingga banyak warga yang datang tidak dilayani lagi meski telah antri berjam-jam.

Hal itu diungkap Ibrahim Syamaun, Koordinator Tenaga Pendamping Profesional Indonesia Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPPI) Kabupaten Pidie kepada metropolis.id, Jumat (19/2/2021).

Ia bersama PLD dari Kembang Tanjong, Marzuki Ali meminta keterangan dari Satpam BPJS Ketenagakerjaan Pidie terkait klaim BPJS mereka. "Namun, satpam menjelaskan hanya melayani 5 orang setiap hari. Ini membuat kami sangat kecewa," kata Ibrahim.

Menurut dia, bukan hanya mereka saja yang mengeluh atas pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Pidie. Ada ratusan peserta mengalami kekecewaan yang sama.

"Kawan-kawan yang lain juga kecewa. Masak baru jam 8.30 WIB yang datang sudah tak dilayani lagi," herannya.

Padahal, kata Ibrahim, jauh hari sebelumnya, dirinya sudah menjumpai Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sigli, Dahlia Sukma. Kepala cabang katakan, pihaknya sudah menaikan kuota hingga 15 orang per hari untuk dilayani.

"Ternyata yang dilayani hanya 5-6 orang saja. Kami datang bukan untuk minta uang mereka. Tapi klaim JHT milik kami yang sudah jatuh tempo," tegas Ibrahim.

Ibrahim dan kawan-kawan mengungkapkan, sangat butuh dana tersebut apalagi disaat kondisi seperti sekarang ini. Anehnya, kedatangan mereka hanya dilayani oleh satpam.

"Melalui media ini, kami minta Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Pusat untuk mengevaluasi kinerja BPJS Tenaga Kerja Cabang Sigli," ucap Ibrahim.

Menanggapi hal itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Pidie, Dahlia Sukma kepada metropolis.id mengatakan, tidak benar jika hanya melayani 6 orang saja setiap harinya.

"Kondisi pandemi Covid-19 saat ini, semua klaim dibatasi. Saya sarankan, peserta BPJS yang ingin klaim bisa secara online," katanya.

"Ini salah paham semata dan kita sudah menjelaskan kepada mereka," sambung Dahlia.

Ia menyebutkan, warga yang klaim BPJS Ketenagakerjaan sudah antri sebelum jam kerja dimulai. Artinya, slot untuk antrian sudah dibagikan saat kantor dibuka.

Pihaknya mengarahkan peserta untuk klaim melalui online, namun harus menunggu antrian sebab sistem online dibuka secara nasional.

"Harap dipahamilah kinerja kami. Kami juga mengikuti aturan yang ada. Jadi bukan tidak melayani," tegas Dahlia.

Rubrik:PIDIE