Berusaha Kabur, Tersangka Sabu Asal Aceh Utara Pincang Ditembak Petugas

Berusaha Kabur, Tersangka Sabu Asal Aceh Utara Pincang Ditembak Petugas

STABAT, METROPOLIS.id | Petugas Sat Resnarkoba Polres Langkat menangkap seorang pemuda asal Aceh Utara karena membawa narkoba jenis Sabu-sabu, Minggu (12/1).

Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan, Sik menyampaikan, tersangka Hanistan (26) asal Dusun Tanah Merah, Desa Lubok Pusaka, Kec. Langkahan, Kab. Aceh Utara, ditangkap dengan barang bukti 300 gram Sabu-sabu.

Disampaikan Kapolres, penangkapan tersangka berawal dari laporan yang masuk tentang adanya seorang laki-laki membawa narkotika dari Aceh menuju Medan menumpang Bus Sempati Star No Pol BL 7556 AA.

Atas informasi tersebut, Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan SIK memerintahkan Kasat Res Narkoba AKP Adi Haryono, SH untuk melakukan penyelidikan

Selanjutnya dipimpin Kasat Res Narkoba AKP Adi Haryono, SH dan Kanit I Iptu Rudi Saputra, SH beserta Team Opsnal Sat Res Narkoba melakukan penyelidikan.

Tim kemudian melakukan Razia di Jln. Medan - Aceh, Desa Kwala Begumit, Kec. Stabat, Kab. Kangkat. Saat bus melintas, petugas segera menyetop dan melakukan pemeriksaan dengan menggeledah barang bawaan dan tubuh tersangka.

Dari penggeledahan ditemukan di dalam sepatu digunakan tersangka berupa 2 (dua) bungkus plastik transparan berisi diduga narkotika jenis Sabu-sabu.

Dari interogasi awal, tersangka menerangkan sabu tersebut dia peroleh dari seorang pria berinisial M (buron) warga Lhoksukon Aceh Utara. Oleh M dia diminta membawa sabu it uke Jakarta.

“Dia juga menerangkan sebelumnya pernah berhasil membawa sabu seberat 100 gram ke Jakarta bulan Desember 2019 lalu,” ungkap AKBP Doddy Hermawan.

Tersangka kemudian diboyong ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di di sekitar Psr 7 Desa Kwala Bingei Stabat, Hanistan melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.

Petugas langsung mengejar sambil memerintahkan tersangka berhenti. Petugas juga melakukan tembakan peringatan dengan maksud tersangka untuk menyerah.

Namun upaya persuasif petugas tetap tidak dihiraukan tersangka, sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur, yakni memberinya hadiah timah panas (tembakan)  dan mengenai betis kaki kiri tersangka.

Usaha kabur tersangka terhenti. Dia menjerit keras kesakitan memegang kakinya yang berisi peluru. Oleh petugas tersangka kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pengobatan. Dengan kaki terpincang, tersangka diboyong petugas Sat Res Narkoba Polres Langkat untuk proses sidik selanjutnya.