Beredar Video Warga Subulussalam Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Kades: Perangkat Desa, Warga dan Wakil Ketua DPRK Sudah Serahkan Bantuan untuk Renovasi

Beredar Video Warga Subulussalam Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Kades: Perangkat Desa, Warga dan Wakil Ketua DPRK Sudah Serahkan Bantuan untuk Renovasi
Rumah milik keluarga Kamariah di Dusun Bahagia Kampong Jabi Jabi, Kota Subulussalam.

SUBULUSSALAM, Metropolis.id Sebuah video tentang kehidupan satu keluarga miskin di Kota Subulussalam, yang tinggal di rumah tak layak huni beredar luas di media sosial Facebook.

Video tersebut awalnya diunggah oleh akun Facebook Subulussalam Rumah Kita. Diketahui, rumah tak layak huni itu ditempati oleh keluarga Kamaliah dan suaminya.

Lembaga Subulussalam Rumah Kita bersama Lembaga Martabat Aceh menyambangi rumah Kamaliah yang terletak di Dusun Bahagia Kampong Jabi Jabi beberapa waktu lalu.

Kedua Lembaga tersebut membuat sebuah konten video yang menceritakan tentang nasib Kamariah yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Dilihat metropolis.id, video itu diunggah pada Minggu (4/4/2021). Dalam unggahan itu, admin Facebook Subulussalam Rumah Kita menulis *POTRET KEMISIKINAN DI KOTA SUBULUSSALAM* sebagai caption. Saat ini video  yang berdurasi sekitar empat menit empat puluh detik tersebut sudah ditonton lebih dari 1000 kali oleh warga net.

Beredarnya video tersebut pun sontak membuat kerabat dan perangkat desa di sana heran.

Duraman, kerabat dekat pemilik rumah tidak layak huni tersebut kepada metropolis.id mengakui jika keluarga Kamaliah selama ini tinggal di rumah tersebut.

“Kondisi ini bahkan membuat hati kita miris ketika melihatnya secara langsung,” kata Duraman.

Namun demikian, kata dia, saat ini beban hidup keluarga Kamaliah sedikit berkurang setelah Wakil Ketua DPRK Subulussalam, Dewita Karya memberikan bantuan.

"Hari Sabtu kemarin itu, ibu wakil ketua dewan sudah datang dan membawa bantuan seng sebanyak dua kodi setengah dan membayar ongkos tukang," kata Durahman, Senin (5/4/2021)

Bantuan yang diberikan Dewita Karya tersebut, kata dia, bersifat pribadi serta mereka sedang mengatur solusinya agar bangunan yang dimiliki Kamariah tersebut bisa direhab secara total oleh pemerintah.

Terpisah, Kepala Kampong (kades-red) Jabi-Jabi, Manjang Lingga, mengatakan, jauh sebelum video tersebut dibuat dan beredar di media sosial, Pemerintah Kampong Jabi- Jabi beserta masyarakat sudah berbuat dan merenovasi rumah yang kurang layak huni tersebut.

Karena sulitnya mendapatkan material kayu untuk kebutuhan rumah Kamaliah tersebut, kata dia, membuat pekerjaan renovasi dari desa dan masyarakat menjadi tertunda.

"Saya heran sekali, kok video warga saya bisa jadi viral. Padahal saat ini, kami selaku kepala kampong, ibu Dewita Karya, dan masyarakat  sudah berbuat untuk rumah tersebut," kata Manjang Lingga.

Dia pun mengimbau kepada siapa saja yang ingin meliput atau mengekspos tentang masyarakatnya untuk dapat terlebih dulu mengkonfirmasi kepadanya selaku kepala kampong, agar semua yang disajikan atau dipublik benar-benar akurat.

Rubrik:Subulussalam
demokrat