Bea Cukai Langsa Amankan 100 Karung Bawang Merah Ilegal

Bea Cukai Langsa Amankan 100 Karung Bawang Merah Ilegal
Tumpukan bawang merah ilegal asal Thailand yang berhasil diamankan Bea Cukai Langsa.

LANGSA, metropolis.id Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Langsa, mengamankan satu unit mobil Mitsubishi L-300 yang mengangkut bawang merah ilegal sekitar 100 karung (2 ton) di Kecamatan Seruwai, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (20/2/2021) lalu.

"Bawang merah yang diduga berasal dari Thailand (impor) itu, tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan," sebut Kepala KPPBC TMP C Kuala Langsa, Tri Hartana, melalui Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Iwan Kurniawan, melalui rilis yang diterima metropolis.id, Senin (22/2/2021).

Dijelaskannya, pengungkapan itu berawal, Sabtu (20/2/2021) sekitar pukul 07.00 WIB. Tim mendapat informasi adanya kapal yang melakukan kegiatan bongkar muat bawang merah yang berasal dari Thailand di wilayah Sungai Keruk, Aceh Tamiang.

Selanjutnya, tim melakukan pendalaman informasi tersebut. Akhirnya, didapat informasi adanya 1 mobil jenis pickup Mitsubishi L-300 yang terparkir di salah satu rumah yang dicurigai sebagai tempat penimbunan bawang tersebut.

Setelah tim berhasil memastikan bawang eks impor tersebut berada dalam mobil L-300 dan mengetahui bawang tersebut akan dibawa ke Kota Langsa, kemudian tim melakukan pengejaran.

Selanjutnya tim memberhentikan mobil tersebut di sekitar daerah Tanah Merah, Desa Pantai Balai, Kecamatan Seruway.

"Dari hasil pemeriksaan, diketahui mobil itu mengangkut bawang merah eks impor tanpa dilengkapi dengan dokumen kepabeanan. Kemudian sopir beserta barang hasil penindakan dibawa ke kantor Bea Cukai Langsa," ujar Iwan.

Lanjutnya, pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan. Bunyinya, setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes, dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama sepuluh tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan paling banyak Rp 5 miliar.

Upaya penindakan kali ini merupakan bukti keseriusan dan kegigihan Bea Cukai dalam memberantas barang-barang ilegal dan menutup pintu masuk para penyelundup ke wilayah Indonesia.

"Tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan, juga upaya nyata Bea Cukai dalam mengamankan penerimaan negara," tutupnya.

Rubrik:Langsa
Hut pijay