Empat Tersangka Diamankan

Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 80 Kg Sabu di Perairan Aceh Timur

Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 80 Kg Sabu di Perairan Aceh Timur
Tersangka dan barang bukti sabu saat di tangkap di Perairan Aceh Timur. (Foto: IST)

Metropolis.id Tim gabungan Bea Cukai Aceh bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 80 Kg narkoba jenis sabu.

Selain mengamankan barang haram itu, mereka juga menangkap empat pelaku.

Kakanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi dalam rilis yang diterima media ini mengatakan, puluhan kilogram sabu itu diamankan oleh tim gabungan di wilayah Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur pada Sabtu lalu (17/4/2021).

“Sabu tersebut berasal dari Thailand. Total ada empat karung berisi masing-masing 20 bungkus sabu dengan total total 80 Kilogram yang kita amankan,” kata Safuadi, Rabu (21/4/2021).

Sabu tersebut, kata dia, diselundupkan ke Aceh menggunakan kapal motor.

Konfrensi pers pengungkapan penyelundupan sabu di perairan Aceh Timur.(Foto: IST)

“Kapal yang digunakan sebagai transportasi tersebut adalah kapal “Medan Jaya” berjenis oskadon,” sebutnya.

Dari pengungkapan ini, kata dia, tim gabungan berhasil mengamankan empat tersangka terdiri dari 1 orang pengendali komunikasi dan 3 Anak Buah Kapal (ABK). Mereka masing-masing berinisial A, K, P dan M.

“Identitas para tersangka masih dalam penyelidikan,” katanya.

Pengungkapan ini, kata dia, bermula dari informasi BNN RI bahwa akan ada penyelundupan narkoba jenis sabu dari Thailand menuju ke Aceh. Kemudian dilakukan penyelidikan dan koordinasi lebih lanjut oleh Subdirektorat Narkotika dan Subdirektorat Patroli Laut Kantor Pusat Bea Cukai, Kanwil Bea Cukai Aceh, Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara, Kanwilsus Bea Cukai Kepulauan Riau dan PSO BC TBK.

“Kegiatan pengamanan terbagi ke dalam 2 tim, yakni tim laut dan tim darat. Kemudian pada Jumat (16-04-2021) Tim Satgas BC 30001 sebagai Tim Laut berangkat menuju perairan Idi Rayeuk untuk melaksanakan strategi operasi di laut, sedangkan tim darat memantau posisi M sebagai pengendali komunikasi,” katanya.

Halaman12
Hut pijay