Bawa Sabu, Dua Warga Aceh Dibekuk Petugas Polres Tanjung Balai

Bawa Sabu, Dua Warga Aceh Dibekuk Petugas Polres Tanjung Balai

TANJUNGBALAI, metropolis.id | Dua orang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Aceh dibekuk Polres Tanjung Balai karena menyeludupkan 2 Kg sabu dari Malaysia menggunakan perahu ikan.

Dua TKI yang seludupkan sabu- sabu dari Malaysia ke Indonesia dengan menumpang perahu ikan milik nelayan,” kata Kapolres Tanjung Balai AKBP Puyu Yudha Prawira dalam keterangan resminya di Tanjungbalai, Selasa (11/2).

AKBP Puyu Yudha Prawira kemudian menerangkan, penangkapan berawal kecurigaan petugas terhadap ke dua tersangka, Musassirin alias Basyir (21) warga Dusun Tanjung Desa Bandrong Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur dan Muhammad Zul Fadlisyah alias Fadli (30) warga Dusun Lampoh Oe Desa Kota Panton Labu Kecamatan Tanah Jambo Aye Kab Aceh Utara, yang baru tiba dari Malaysia.

”Awalnya petugas mencurigai keduanya sebagai tenaga kerja yang masuk ke Malaysia secara ilegal,” ungkapnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, lanjutnya, benar saja keduanya merupakan TKI yang bekerja sebagai di Malaysia tanpa dilengkapi dokumen. ”Petugas tidak menemukan dokumen ke tenaga kerjaan yang sah dari kedua TKI tersebut,” jelasnya.

Saat pemeriksaan lanjutan, petugas menemukan berisi narkotika jenis sabu-sabu di tas para tersangka. ”Petugas menemukan adanya plastik berisi narkotika jenis sabu,” ungkap Putu.

Setelah ditimbang, bungkusan plastik transparan berisi sabu tersebut seberat 2 Kg.

Kepada petugas, kedua tersangka mengakui, barang haram tersebut dibawa dari Malaysia dan akan diedarkan di sejumlah kota di Indonesia.

“Masih di dalami, apakah keduanya merupakan anggota sindikat pengedar narkoba jaringan internasional,” paparnya.

Kedua TKI yang kedapatan membawa sabu- sabu dari Malaysia tersebut kini harus mendekam di tahanan Polres Tanjungbalai. Kedua tersangka dikenakan Pasal 113 Ayat (2) Sub Pasal 115  Ayat (1) Subs Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman Minimal 5 tahun penjara sampai 20 tahun, seumur hidup atau hukuman mati

Rubrik:Peristiwa, Hukum