Awal November 2020, Jalan Penghubung Abdya-Galus Dikerjakan

Awal November 2020, Jalan Penghubung Abdya-Galus Dikerjakan

BLANGPIDIE, metropolis.id Proyek Multiyears Contracts (MYC) pembangunan jalan penghubung Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dengan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, ditargetkan mulai dikerjakan awal November 2020.

Hal itu disampaikan Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, di Abdya, usai melihat langsung kondisi jalan tersebut, Minggu (13/9/2020).

"Insyaallah awal bulan 11 ini sudah mulai dikerjakan,” kata Nova.

Setelah melihat langsung kondisi jalan tersebut, menurut Nova, sudah layak dibangun karena kondisinya rusak parah. Apalagi, kata dia, jalan tersebut menjadi harapan masyarakat di dua wilayah itu, sebab banyak yang menjadikan akses ini untuk berdagang.

“Kehadiran jalan ini dapat mempererat silaturahmi kedua kabupaten, lantaran banyak pedagang dari Abdya menggunakan akses ini untuk menjual ikan segar ke Gayo Lues dan sekitaranya, sebaliknya juga banyak pedagang dari Gayo Lues menjul hasil alam mereka ke Abdya,” katanya.

Kegiatan pengecekan badan jalan penghubung Kabupaten Aceh Barat Daya dengan Gayo Lues ini merupakan salah satu agenda Plt Gubernur Aceh dalam kegiatan kunjungan kerja. Ikut dalam peninjauan itu beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, mengatakan, pembangunan jalan tembus dari Babahrot di Abdya hingga Blang Kejeren di Gayo Lues yang dibangun dengan skema multi years merupakan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

Oleh karena itu, ia meminta agar kepentingan rakyat lebih diutamakan dibanding kepentingan para elit politik yang ingin menghalangi pembangunan jalan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Bupati Akmal saat menyambut Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, di lintas jalan Babahrot-Blang Kejeren, di Gampong Singgah Mata, Kecamatan Babahrot, Abdya, Minggu, (13/9) malam.

Menurut Akmal, pembangunan ruas jalan Babahrot- Blang Kejeren sudah tepat dengan menggunakan skema penganggaran secara Multi Years Contrac. Sebab, lanjutnya lagi, pembangunan jalan tidak akan selesai jika penganggaran untuk pembangunan dilakukan secara pertahun.

“Pembangunan jalan ini selama ini seperti jalan Abu Nawas, bikin di sini rusak di sana, bikin di sana rusak di sini,”kata Akmal.

Oleh sebab itu, Akmal menilai pihak yang menolak skema multi years untuk pembangunan jalan tersebut merupakan pihak yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Akmal mengatakan, pembangunan jalan tembus Abdya ke Gayo Lues merupakan dambaan masyarakat sejak lama.

Kata Akmal, selama ini lintas Babahrot-Blang Kejeren acap dipakai sebagai jalur mobilitas barang dan orang antar kabupaten tersebut. Namun tidak sedikit masyarakat yang mengalami kecelakaan saat melintasi jalur tersebut, karena kondisi jalan yang tidak mudah.

“Kalau nanti ini (pembangunan jalan) diributkan oleh kalangan DPRA di Banda Aceh, mungkin karena mereka belum tahu. Konflik para elit ini selalu dilatar belakangi oleh kepentingan, tapi jangan lupa rakyat kita juga punya kepentingan,”

Secara khusus, Akmal menyampaikan terimakasih kepada Plt Gubernur yang telah menunaikan janjinya untuk membangun jalan tersebut. Kemudian, ia juga mengapresiasi konsistensi politik Nova yang tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Saya mohon kepada kita semua agar tidak ada gangguan terhadap pembangunan ini,”ujar Akmal.

Hal senada juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Babahrot, Abdya, Haji Abu Bakar. Ia mengatakan, ada begitu banyak komoditi di Abdya yang dibutuhkan masyarakat Gayo Lues, begitupun sebaliknya. Menurutnya, jalur Babahrot-Blang Kejeren merupakan jalur penting untuk mendukung perekonomian masyarakat di dua kawasan tersebut.

“Peluang ini sungguh sayang bila tidak dimanfaatkan. Karena itu kami butuh jalan yang bagus dan yang kami fikirkan saat ini adalah bagaimana cabai yang dibawa dari Gayo kemari tidak membusuk di jalan dan begitupun dengan ikan yang kami bawa dari sini, ” ujar Abu Bakar. (JAL)

Rubrik:ABDYA