Antar Anggota Keluarga yang Postif Corona ke Bandara, Enam Warga Aceh Jaya di Test Swab

Antar Anggota Keluarga yang Postif Corona ke Bandara, Enam Warga Aceh Jaya di Test Swab
Ilustrasi Net

CALANG, METROPOLIS.id Satu keluarga terdiri dari enam orang di Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya dilakukan test swab atau uji swab oleh petugas gugus tugas Covid-19 Aceh Jaya, Sabtu pagi (27/06/2020).

Ke enam warga Teunom yang di uji Swab tersebut masing-masing AM, MS, WY, MS, RY dan TM.

Uji swab terhadap mereka dilakukan karena warga tersebut sempat berinteraksi dengan DFM (30). DFM merupakan anggota keluarga mereka yang berada di Aceh Barat dan dinyatakan positif corona berdasarkan hasil dari Balitbangkes Aceh setelah dilakukan test swab.

Keenam warga itu sempat berinteraksi dan diduga kontak langsung saat mengantar DFM ke Bandara SIM Banda Aceh.

Uji swab keenam warga Teunom dilakukan oleh Petugas gugus covid -19 Kabupaten Aceh Jaya dengan berpakaian lengkap dan dijaga oleh pihak TNI/Polri.

Saat uji swab, petugas mengambil sampel apus melalui saluran pernafasan untuk dikirim ke Batlitbangkes Aceh melalui posko gugus tugas Covid 19 untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Aceh Jaya, Eka Randiana, SKM, M. Epid, yang ikut serta memantau uji swab mengatakan, keenam yang diuji Swab karena mereka pernah melakukan kontak langsung dengan pasien yang dinyatakan telah terpapar positif Covid -19 di Aceh Barat.

"Sampel yang telah diambil ini dikirim ke Balitbangkes Aceh, apakah positif atau negatif virus corona," jelas Eka Randiana.

Bukan hanya itu, ia meminta pada keluarga ini untuk tetap melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah sebelum keluar hasil agar tidak menimbul kecemasan di kalangan masyarakat di daerah tersebut.

Sementara salah seorang dari keluarga yang meminta namanya dirahasiakan mengucapkan terima kasih kepada petugas gugus tugas covid-19 Aceh Jaya yang telah melakukan uji swab kepada keluarganya.

"Kami berharap dengan telah diuji swab hasilnya bisa negatif supaya tidak menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat Teunom dan Aceh Jaya umumnya," ungkapnya.

Selain itu, ia meminta pada pihak pemerintah untuk bisa membantu keluarganya karena selama isolasi mandiri tidak bisa bekerja dan berbagai kegiatan lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup karena tidak bisa keluar dari rumah dan harus isolasi mandiri selama 14 hari.

"Kami meminta ada perhatian pemerintah karena selama isolasi mandiri dan dinyatakan anggota keluarga terpapar positif corona tidak bisa melakukan aktifitas apapun kecuali berdiam dirumah," katanya.

Rubrik:Aceh Jaya