Anggarkan Rp 5 M Bangun Tugu, Pemkab Pidie Disebut Abai Soal Sense of Crisis

Anggarkan Rp 5 M Bangun Tugu, Pemkab Pidie Disebut Abai Soal <i>Sense of Crisis</i>
Desain tugu berbentuk “Aneuk Mulieng” yang akan menjadi ikon baru Kota Sigli di Simpang Kocin atau Simpang Empat Keunire.(Foto: http://pidiekab.go.id/)

Metropolis.id Penggiat Sosial Pidie, Andi Firdaus Lancok, geram dengan penggelontoran dana besar dari Pemerintah Kabupaten Pidie untuk pembangunan Tugu Simpang Kocin.

Bagaimana tidak, Pemkab Pidie diketahui menganggarkan dana sebesar Rp 5 miliar bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) untuk pembangunan Tugu Bundaran Simpang Kocin.

Andi Firdaus Lancok

“Seharusnya Pemkab Pidie melihat kebutuhan masyarakat saat ini, dan memprioritaskan kegiatan yang lebih menyentuh masyarakat,” kata Andi Firdaus Lancok kepada metropolis.id, Rabu (17/11/2021).

Anggaran pembangunan Tugu Simpang Kocin tersebut, kata dia, telah dimasukkan dalam Dokumen Rancangan Qanun (Raqan) APBK Pidie Tahun 2022 yang saat ini sedang dibahas bersama DPRK dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kalau saja anggaran itu dialihkan untuk membangun rumah dhuafa, dapat saya perkirakan terealisasi hingga 58 unit dengan estimasi biaya Rp 85 juta/unit,” ujarnya.

Pemkab Pidie, kata dia, seharusnya lebih memprioritaskan pembangunan beberapa fasilitas publik yang rusak, seperti jalan Jeumeurang - Pasi Lhok; jalan Neuhuen, Batee; Jembatan Seulingeng penghubung Kecamatan Padang Tiji – Batee, dan sejumlah fasilitas lain.

Jika tetap dianggarakan pembangunan tugu tersebut, kata dia, Pemkab dan DPRK Pidie tidak punya sense of crisis dalam melihat situasi masyarakat yang serba kesulitan saat ini.

“Seharusnya pemerintah mencari solusi dan mencari alokasi anggaran lain seperti melalui dana CSR dari sejumlah perbankan atau swasta di Pidie,” katanya.

Dirinya berharap, eksekutif dan legislagif Pidie dapat menginventarisir kembali antara kebutuhan dan kehendak, supaya setiap program yang direncanakan dipastikan bermanfaat dan bisa menyentuh kebutuhan masyarakat kecil.

“Harapan saya, seluruh program yang dianggarkan pada APBK 2022 ini dapat menjawab segala kebutuhan masyarakat yang mendesak,” katanya.

Rubrik:Pidie