Breaking News

Aksi Mahasiswa Desak Pemerintah Aceh Realisasikan APBA-P Pro Rakyat

Aksi Mahasiswa Desak Pemerintah Aceh Realisasikan APBA-P Pro Rakyat
Puluhan Mahasiswa tergabung dalam KAMMI melakukan aksi perihal APBA-P di Gedung Gubernur Aceh, Senin (11/11/2019). | foto : zubaidah/metropolis.id

BANDA ACEH, METROPOLIS.id | Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia (KAMMI) melakukan aksi perihal APBA-P di Gedung Gubernur Aceh, Senin (11/11/2019).

Dalam aksinya mahasiswa membawa spanduk dan poster bertuliskan realisasi APBA-P Harus Pro Rakyat; Tinjau Ulang Realisasi Dana Otsus; APBA-P 2019 jelek. Dalam aksi tersebut para mahasiswa sempat berusaha menerobos masuk kedalam.

"Kekayaan alam kita melimpah ruah, tapi lihat! Pada hari ini kita termiskin se Sumatra, apakah kita sudah sejahtera?" ujar salah seorang mahasiswa yang berorasi.

"Masyarakat saat ini terlunta-lunta, hanya yang diatas yang bisa makan enak sedangkan rakyat melarat"

Mereka juga mengatakan, provinsi Aceh adalah provinsi termiskin di Sumatra.

"Apakah saat ini pemerintah Aceh gagal?" teriak orator dan disambut teriakan 'gagal' oleh mahasiswa yang lain.

Dalam aksinya para massa aksi mendesak pemerintah Aceh dalam hal ini PLT Gubernur Aceh melakukan kontrol langsung dalam perealisasikan APBA Aceh.

Mendesak Plt Gubernur Aceh dalam hal pembangunan Infrastruktur, Ekonomi, Pendidikan, dan Kesehatan Aceh saat ini yang masih jauh dari target agar dapat diselesaikan sesuai target.

Mendesak Plt Gubernur Aceh untuk memberikan ultimatum yang keras bagi SKPA Aceh yang tidak mencapai target dalam pelaksanaan realisasi dana APBA 2019.

Menyalurkan dan merealisasikan seluruh dana APBA seluruhnya untuk kepentingan rakyat Aceh bukan untuk mafia-mafia proyek yang hanya mengambil fee atau keuntungan sesaat.

Eksekutif dan Legislatif jangan selingkuh dan satu kamar dalam anggaran APBA, mengatasnamakan untuk kesejahteraan rakyat Aceh. Memperjelas status rumah dhuafa yang sampai sekarang belum dibangun oleh pemerintah.

Aksi mahasiswa disambut oleh Kepala Bagian Pembinaan Administrasi Pembangunan Provinsi dan Kabupaten Kota Farid.

"Pemerintah Aceh tidak tinggal diam, mungkin kurang lebih satu bulan lagi,  kita perlu mengawal proses APBA ini  dan kami juga akan menyampaikan tuntutan mahasiswa yang melakukan aksi hari ini kepada Plt Gubernur," ujarnya.

Aksi tersebut diakhiri dengan doa dan berjalan dengan aman serta kondusif.