Akhirnya Komisi IV Panggil Dirut RSU TCD Sigli, Cecar Sejumlah Pertanyaan

Akhirnya Komisi IV Panggil Dirut RSU TCD Sigli, Cecar Sejumlah Pertanyaan
Pertemuan anggota Komisi IV DPRK Pidie dengan Dirut RSU TCD, Selasa (12/1/2021).

SIGLI, metropolis.id Komisi IV DPRK Pidie memanggil direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Ditiro (TCD) Sigli. Pemanggilan terkait kisruh yang terjadi di rumah sakit tersebut selama ini.

Komisi IV mempertanyakan persoalan kesalahpahaman antara dirut dengan pekerja medis dan sejumlah masalah lainnya.

Ketua Komisi IV DPRK Pidie, Teuku Mirza Jamil dalam pertemuan itu mempertanyakan, bagaimana menilai Logbook jika tidak ada pasien yang berobat namun dokternya datang.

Lantas, bagaimana dengan sistem pembagian uang jasa medis? Soalnya, ada dokter yang hanya mendapatkan Rp100 ribu sampai Rp200 ribu setiap bulannya.

"Pihak rumah sakit harus transparan dalam mengelola manajemen dan harus terbuka dalam hal pembayaran jasa medis," katanya.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi IV DPRK Pidie, Muhammad mempertanyakan persoalan sistem pemberlakuan Logbook. "Ini harus dijelaskan kepada pekerja di rumah sakit, sehingga tidak salah paham," ujarnya.

Muhammad juga meminta Direktur RSU TCD bisa membangun kerjasama yang baik dengan para pekerja. "Sehingga nantinya pelayanan terhadap masyarakat tidak terkendala," ujarnya.

Alwi anggota Komisi IV lainnya juga menyampaikan keluhan masyarakat kepada dirut. Menurut Alwi, dirut harus mengayomi semua karyawan yang bekerja di rumah sakit tersebut.

"Tujuannya, agar tidak terjadi kesalahpahaman antara atasan dan bawahan sehingga berpengaruh pada pelayanan pasien," imbuhnya.

Kuniada anggota Komisi IV lainnya juga mempertanyakan persoalan keterlambatan pembayaran jasa medis terhadap karyawan. "Kenapa ada pembayaran jasa medis sama, meski penilaian kerja 70, 80 dan 90 persen?" tanyanya.

Dirut RSU TCD Sigli, dr Muhammad Yasir dalam pertemuan itu mengatakan, penetapan Logbook sudah dilakukan pada semua tahapan dan berbagai aturannya juga sudah disampaikan.

"Jadi, komplain para pekerja medis itu hal yang wajar dan tidak benar terjadi kisruh di rumah sakit," terang Yasir.

"Apa yang terjadi di rumah sakit hanya kesalahpahaman saja. Benar memang ada yang tidak terima program Logbook karena penghasilannya berkurang," tandasnya.

Rubrik:PIDIE
Iklan bireuen