3 Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Jembatan Pangwa Ditahan Kejari Pijay

3 Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Jembatan Pangwa Ditahan Kejari Pijay
Para tersangka kasus dugaan korupsi Jembatan Pangwa dibawa pihak Kejari Pijay, Selasa (23/2/2021).

MEUREUDU, metropolis.id Kejaksaan Tinggi Negeri Pidie Jaya (Pijay) menahan tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Jembatan Pangwa, Selasa (23/2/2021). Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Aceh terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.049.766.566.32.

Sebelumnya, sejak Oktober 2020, Kejari Pijay telah meningkatkan kasus dugaan korupsi ini dari penyelidikan ke penyidikan serta menunggu hasil audit dari BPKP Aceh.

Pembangunan Jembatan Pangwa tersebut dikerjakan oleh rekanan PT Zarnita Abadi dan pengawas CV Trikarya Pratama Consultan dengan nilai kontrak awal senilai Rp 10.965.440.000. Kemudian terjadi perubahan nilai kontrak (addendum) Rp 11.217.385.000 dengan total jumlah nilai perubahan kontrak sebesar Rp 251.945.000 dari anggaran rehab dan rekon gempa Pijay, APBA 2017.

Kejari Pijay Mukhzan, SH, MH mengatakan, penahanan ketiga tersangka dugaan Tipikor pembangunan Jembatan Pangwa tersebut berdasarkan Sprindik No: 04/L.1.32/FD.1/10/2020 Penyidik Kejari Pijay.

Adapun tiga tersangka yang ditahan dalam kasus tersebut yakni MAH, Direktur PT Zarnita Abadi, AZH sebagai pengendali pengawasan lapangan dan MUR, Direktur Trikarya Pratama Consultan.

"Alhamdulillah hari ini kami langsung lakukan penahanan terhadap tiga tersangka pembangunan jembatan Pangwa," kata Mukhzan.

Menurutnya, modus operandi yang dilakukan ketiga tersangka berbeda peran. Tersangka MAH selaku pelaksana proyek tersebut membeli readimix (bahan pengecoran jembatan) dipesan tidak sesuai dengan surat dukungan pada surat penawaran.

"Modus yang dilakukan oleh tersangka MAH tidak membeli material Readimix tidak berdasarkan surat dukungan penawaran, namun hanya menyewa mobil PT LB lalu mengaduk sendiri readimix tersebut," jelas Mukhzan

Sementara tersangka AZH, merupakan pengendali untuk pelaksana pengawasan pembangunan Jembatan Pangwa,. Keterlibatan tersangka sangat dominan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Delain memenangkan paket pengawasan sebesar Rp 343.090.000, sejauh itu tersangka AZH juga mengikuti pertemuan di BPBA sebagai penghubung dengan PPTK, T Raja Al-Kausar dan direktur Trikarya Pratama Consultan.

"AZH sebagai pengendali proyek dan sering menjadi penghubung dengan PPTK BPBA dan juga konsultan pengawas untuk memudahkan pelaksanaan proyek," jelasnya.

Selanjutnya, pihak Kejari juga menahan tersangka MUR yang merupakan direktur CV Trikarya Pratama Consultan.

"Tersangka MUR meminjamkan seluruh dokumen perusahaan pada tersangka AZH untuk mendapatkan paket pengawasan proyek tersebut," tambah Muhkzan.

Dari dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tiga tersangka tersebut dari hasil audit yang dilakukan oleh BPKP Aceh terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.049.766.566.32.

"Setelah menunggu hasil audit dari BPKP Aceh terdapat kerugian negara dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Pangwa," imbuhnya

Untuk pemeriksaan lebih lanjut ketiga tersangka ditahan di tahanan Polres Pijay selama 20 hari ke depan. Ketiga tersangka dijerat Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 UUD Nomor 31 Tahun 1999 perubahan UUD Nomor 20 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Untuk mempermudah pemeriksaan lanjutan, kami menahan tiga tersangka ini di Polres Pijay," tutupnya.

Rubrik:PIDIE JAYA